Connect with us

Islamik

Inilah 5 Sebab Kenapa Kita Mesti Baca Surah Al Kafirun Sebelum Tidur

Published

on

Surah Al Kafirun Sebelum Tidur

Inilah 5 Sebab Kenapa Kita Mesti Baca Surah Al Kafirun Sebelum Tidur

Surah Al-Kafirun turun ketika kaum kafir laknatullah berusaha mempengaruhi Nabi Muhammad SAW. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikahwinkan dengan yang beliau kehendaki.

Surah Al Kafirun Sebelum Tidur

“Qul yaaaaa ayyuhal kaafiruun”, ayat ini merupakan salah satu potongan dari surah pendek yang sering dibaca ketika solat. Ya, surah Al-Kafirun merupakan surah ke 109 dalam Al-Qur’an yang berada dalam juz terakhir (jus Amma). surah ini berisi kandungan tentang tidak adanya toleransi dalam Keimanan dan Ibadah.

Surah Al Kafirun Sebelum Tidur

Syaratnya Nabi Muhammad harus menyembah berhala yang menjadi Tuhan mereka dalam tempoh masa satu tahun. Jelas sekali Nabi Allah menolak usul kaum kafir untuk penyatuan ajaran agama dalam rangka mencapai kompromi.

Selain itu, surah ini juga mengajak umat berlainan agama untuk melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan tanpa bersikap saling mengganggu.

Seperti halnya dengan surah-surah lainnya, Al-Kafirun juga memiliki keutamaan dan manfaat jika diamalkan sehari-hari. Beberapa keutamaan dan manfaatnya surah ini adalah adalah sebagai berikut:

1. Surah Ajakan Toleransi Beragama

Surah ini merupakan surah yang sangat terkenal kerana kandungannya mengajarkan untuk bertoleransi antara umat beragama. Agama Islam dalam kitab suci Al—Quran di perintahkan untuk menghormati penganut agama lain. Seperti dalam potongan akhir ayat ini yang ertinya ‘Untukmu agamamu dan untukku agamaku’.

Namun meski menghormati, urusan keimanan dan ibadah tidak ada kata toleransi. Menurut Imam Qurthubi, sikap menghormati agama dan kepercayaan lain bukan bererti lemah atau diri menjadi patung mengiyakan kebenaran mereka.

Namun akan sebaliknya hal itu akan memperteguh keimanan dan membebaskan diri dari kemusyrikan dan kemunafikan sesuai dengan salah satu keutamaan surah Al-Kafirun.

2. Surah yang Sangat Ditakuti Iblis

Surah Al-Kafirun juga memiliki keutamaan lain yakni menjadi surah yang ditakuti iblis. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, menurutnya Tiada surah yang sangat ditakuti Iblis kecuali surah ini:

“Tidak ada dalam Al-Qur’an yang lebih menakutkan bagi Iblis daripada Qul ya ayyuhAl-Kafirun, sebab ia adalah tauhid dan pembebas dari kemusyrikan”.

Imam Ja’far ‘alayhis salaam berkata “Bacalah surah ini 7x dalam 1 hari untuk menjaga iman. Barang siapa membiasakan membacanya pada waktu matahari terbit dan terbenam maka ia akan dilindungi dari keraguan, kesyirikan, dan keyakinan yang buruk”

3. Pahala Membaca Surahnya Adalah Sama Dengan Seperempat Al-Qur’an

Ternyata membaca surah Al-Kafirun sama dengan membaca seperempat dari Al-Qur’an. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Annas “Qul Ya ayyuhAl-Kafirun senilai dengan seperempat Al-Qur’an.” Hadis ini dianggap hasan oleh al-Albani dalam kitab silsilah ahadits sahihah.

Hal ini disebabkan kerana Al-Kafirun berisi keterlepasan dari syirik (tauhid atau kalimat syahadat yang pertama). kerana itu surah memiliki kandungan yang setara dengan seperempat Al-Qur’an.

Syeikh al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan at-Tirmidzi menyebutkan bahwa Al-Qur’an hukum-hukum yang terkait dengan dua kalimat syahadat serta penjelasan tentang kehidupan dunia dan akhirat dan Al-Kafirun memiliki kandungan itu.

Menurut Syeikh Ibn Baz membaca empat kali surah ini sama dengan mengkhatam Al-Qur’an. Namun, ini bukan bererti setelah itu tidak perlu lagi membaca Al-Qur’an.

Sebab seorang muslim hendaknya membaca Al-Qur’an secara rutin setiap hari dan mengkhatamkannya dalam sebulan. Sementara hadis di atas adalah untuk memotivasi setiap muslim agar membaca surah yang memiliki fadilat besar serta memahami dan mengamalkan dalam kehidupan.

4. Membacanya Sangat Dianjurkan Dalam Solat Malam

Hal ini diriwayatkan oleh Al Wailli dari hadis Jabir bin Abdullah: “Seorang laki-laki berdiri lalu solat fajar dua rakaat. Ia membaca di rakaat pertama Qul ya Ayyuh Al-Kafirun (katakan hai orang-orang kafir) hingga akhir surah. Lalu Nabi Saw bersabda:

‘Ini adalah hamba yang beriman kepada Tuhannya. Kemudian ia membaca pada rakaat kedua Qul HuwalAhad (Katakanlah Dia adalah Allah yang maha Esa sampai akhir surah. Lalu Nabi Saw bersabda : Ini adalah hamba yang mengenal Tuhannya. Thalhah berkata : Maka aku suka membaca dua surah ini dalam dua rakaat ini’ ”

5. Keutamaan Bila Dibaca Menjelang Tidur Dapat Membebaskan Kemusyrikan

Hal ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Farwah bin Naufal: dari ayahnya bahawa Nabi Saw bersabda: Bacalah Qul ya ayyuhAl-Kafirun kemudian tidurlah di akhirnya, sesungguhnya ayat tersebut membebaskan dari kemusyrikan”.

Bila dibaca dengan Qul huwallahu Ahad akan memperteguh keimanan dan membebaskan kemunafikan: Hal ini disampaikan oleh Al Asymu’i berkata : Dikatakan Qul ya AyyuhAl-Kafirun dan Qulhuwallahu Ahad, keduanya membebaskan dari kemunafikan. Wallahu a’lam.

Di antara perkara yang disunnahkan bagi setiap Muslim untuk dilakukan secara kontinyu ketika kembali ke pembaringannya, adalah membaca surah Al-Kafirun, dan menjadikannya sebagai bacaan yang terakhir dia baca, karena ia adalah pelepasan diri dan syirik. Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya dari Farwah bin Naufal Al-Al-Asyja’i, dari bapaknya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan kepadaku putri Ummu Salamah, dan beliau bersabda, Tidak lain engkau adalah seorang ibu yang menyusuiku.’” Beliau berkata, ”Aku tinggal sesuai apa yang dikehendaki Allah, lalu aku datang kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya. Apakah yang dilakukan perempuan itu atau perempuan kecil itu?’ Aku berkata, ‘Dia bersama ibunya.’ Beliau bertanya, ‘Ada tujuan apa engkau datang?’ Aku berkata, “Agar engkau mengajariku apa yang aku ucapkan ketika aku hendak tidur.’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَأْ عِنْدَ مَنَامِكَ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا، فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ

‘Bacalah ketika akan tidur, ‘qul yaa ayyuhal kaafiruun,’ kemudian tidurlah setelah selesai menamatkannya, sesungguhnya ia pelepasan diri dari syirik.[1]

Hadits di atas menunjukkan keutamaan surah ini, keutamaan membacanya ketika hendak tidur, dan anjuran agar seorang Muslim tidur sesudah menamatkannya. Hal itu agar aktivitas terakhir yang diakukan sebelum tidur adalah pernyataan tauhid dan berlepas dari syirik. Tidak diragukan lagi, barang siapa membaca surah ini, memahami kandungannya, dan mengamalkan konsekuensinya, berarti dia telah terlepas terlepas dari syirik lahir dan batin. Sebagian ulama salaf memberinya nama ‘Al-Muqasyqisyah.’ Dikatakan, ‘qasyqasya fulan,’ yakni si fulan bebas dari sakit. Maka ayat itu membebaskan pemiliknya dari kesyirikan.

Surah ini dan surah “qul huwallahu ahad’ disebut sebagai Dua Surah Al-Ikhlas. Hal itu karena pada keduanya terdapat pemurnian tauhid dengan kedua jenisnya; ilmiah dan amaliah untuk Allah Tabaraka wata’ala.

Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kontinyu membaca kedua surah ini pada dua rakaat sebelum shubuh. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka dengan keduanya amalan hari itu. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca keduanya pada sunnah ba’diyah maghrib sehingga ditutup dengan keduanya amalan siang. Begitu pula beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya pada shalat witir sehingga menjadi penutup amalan malam hari.

Pada bahasan terdahulu telah berlalu bersama kita bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca, ‘qul huwallahu ahad’ apabila kembali ke tempat tidumya. Sementara pada hadits Naufal ini terdapat anjuran membaca ‘qul yaa ayyuhal kaaf’iruun’ ketika hendak tidur. Dengan demikian kedua surah ini juga menjadi penutup aktivitas saat seorang Muslim akan tidur.

Sudah baca? Apa pendapat anda? Jangan lupa LIKE, SHARE dan KOMEN ya? Terima kasih! Majalah Ilmiah

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Islamik

Inilah POHON SAHABI, Tempat Nabi Muhammad Saw Berteduh Yang Masih Hidup Sampai Sekarang

Published

on

Inilah POHON SAHABI, Tempat Nabi Muhammad Saw Berteduh Yang Masih Hidup Sampai Sekarang

Di sinilah dulu Nabi Muhammad Saw pernah berteduh sambil menjaga Unta dan barang dagangan Kabilah. Dahan-Dahan Pohon ini melindungi Nabi Muhammad Saw dari teriknya panas Matahari. Pohon ini berada di tengah-tengah Padang Pasir gersang di Yordania.

Meski hidup di tempat yang panas, Pohon ini tumbuh subur dan mampu bertahan selama ribuan tahun lamanya. Karena jadi satu-satunya sahabat Nabi Saw yang masih hidup, Pohon ini sering dikunjungi oleh Muslim di seluruh Dunia. Kadang Pohon ini suka menggugurkan Daunnya, namun kemudian tumbuh subur kembali.

Waktu kecil, Nabi Muhammad Saw pernah diajak Pamannya ; Abu Thalib menuju Basra, Syam, untuk berdagang. Di tengah perjalanan, saat Beliau masih kecil bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Pendeta itulah yang mengetahui tanda-tanda Kenabian Muhammad berdasarkan Alkitab.

Saat bertemu dengan rombongan Abu Thalib, Buhaira melihat seorang anak yang memiliki ciri-ciri Kenabian. Kemudian Buhaira menjamu Kabilah untuk makang siang. Namun Muhammad tidak datang ke jamuan tersebut karena ia ditugaskan untuk menjaga Unta dan barang dagangan sambil berteduh di bawah Pohon Sahabi. Melihat Muhammad tidak hadir, Buhaira segera mencari anak kecil itu.

Buhaira melihat ciri-ciri lain Kenabian Muhammad ketika Dahan-Dahan Pohon itu melindungi Muhammad dari Panasnya Matahari. Dia semakin yakin kalau anak kecil ini kelak akan menjadi Nabi terakhir. Pohon itu namanya Pohon Sahabi dan masih hidup sampai sekarang. Setelah 1400 tahun berlalu, Pohon tersebut ditemukan masih hidup oleh seorang pangeran dari Yordania.

Ajaibnya, Pohon itu bisa bertahan hidup selama ribuan tahun di tempat yang sangat panas dan tidak ada tumbuhan lain di sekitar Pohon Sahabi. Meskipun demikian, pohon ini bisa tumbuh subur dan bertahan selama ribuan tahun lamanya.

Allah Swt sengaja tetap menghidupkan Pohon Sahabi ini agar jadi pengingat dan bukti sejarah Islam di masa lalu…Hal apapun yang berkaitan dengan Nabi Muhammad Saw, itu pasti kekal dan Mulia adanya…

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

Ya ALLAH…

  • Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
  • Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
  • Lapangkanlah hatinya
  • Bahagiakanlah keluarganya
  • Luaskan rezekinya seluas lautan
  • Mudahkan segala urusannya
  • Kabulkan cita-citanya
  • Jauhkan dari segala Musibah
  • Jauhkan dari segala Peny4kit,Fitn4h,Prasangka K3ji,Berkata K4sar dan Mungk4r.

Aamiin ya Rabbal’alamin.Subhanallah semoga yang menulis aamiin masuk Surga bersama Nabi aamiin.. Semoga bermanfa’at.

Sumber: akbarkini

Sudah baca? Apa pendapat anda? Jangan lupa LIKE, SHARE dan KOMEN ya? Terima kasih! Majalah Ilmiah

Continue Reading

Islamik

Inilah 5 Jenis Buah Disebut Dalam Al-Quran Yang Berkhasiat Untuk Tubuh Badan

Published

on

Inilah 5 Jenis Buah Disebut Dalam Al-Quran Yang Berkhasiat Untuk Tubuh Badan

Di bumi ini terdapat pelbagai jenis sayuran, buah-buahan dan biji-bijian yang bermanfaat buat manusia. Setiap daripadanya mempunyai ciri-ciri yang berbeza.

Pelbagai kitab suci juga menyebut beberapa jenis buah-buahan secara khusus. Begitu juga dengan Al-Quran, garis panduan kehidupan umat Islam. Dalam beberapa ayat, beberapa jenis buah disyorkan untuk digunakan kerana baik untuk manusia.

Berikut adalah beberapa jenis buah yang disebutkan dalam Al-Quran dan sifat-sifatnya menurut kajian sains moden.

1. Kurma

Buah yang tumbuh dari jenis pokok palma ini adalah salah satu yang paling disebut di dalam Al-Quran. Beberapa surah di mana nama buah ini dapat dijumpai adalah Surah Maryam, Surah Al-Hasyr, Surah Al-Baqarah, dan Surah Qaf.

Memetik laman Healthline, kurma kaya dengan serat dan antioksidan. Flavonoid di dalamnya berkesan untuk mengurangkan risiko diabetes, Alzheimer, dan beberapa jenis kanser. Carotenoids berguna untuk menyuburkan hati dan mencegah gangguan visual. Sementara asid fenolik akan membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung dan kanser. Kurma juga dapat membantu menguatkan tulang serta pemanis alternatif yang lebih sihat daripada gula.

Di samping manfaat kesihatan, kurma juga mempunyai sifat kecantikan. Memetik laman StyleCraze, kandungan vitamin A dan vitamin B5 di dalamnya sangat diperlukan untuk mengekalkan kulit dan rambut yang sihat sehingga usia tua.

2. Buah Ara

Juga dikenali sebagai buah tin, buah ara ini hanya disebut sekali dalam Al-Quran, iaitu dalam Surah At-Tiin. Sesetengah ulama berpendapat bahawa tin yang disebut dalam ayat itu adalah buah ara, kerana disebut dalam satu ayat dengan zaitun. Tetapi ada juga yang percaya bahawa apa yang dimaksud adalah Bukit Tin dan Bukit Zaitun di mana Nabi Ibrahim dan Nabi Isa a. menerima wahyu.

Selain daripada kontroversi tafsiran, buah ara adalah bahan makanan yang kaya nutrisi, rendah kalori, tinggi serat, dan tidak mengandungi lemak, jadi baik bagi mereka yang menjaga berat badan.

Memetik laman Healthline, satu kajian pada tahun 2005 membuktikan bahawa buah ara mempunyai antioksidan. Buah ini mengandungi vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin K, kalium, magnesium, tembaga, dan besi.

Buah ara ini baik untuk pesakit kencing manis, kerana boleh mengimbangi kandungan asid lemak dan vitamin E dalam darah. Buah ini juga berguna dalam membantu merawat penyakit kulit seperti ekzema, vitiligo, dan psoriasis.

3. Pisang

Buah pisang adalah firman Allah SWT yang tersenarai dalam Surah Al-Waqiah. Buah ini dikenali sebagai sumber kalium yang sangat baik. Walaupun kandungan gula yang tinggi, pisang juga mengandungi serat pektin larut yang bertanggungjawab mengimbangi tahap gula dalam darah dan memudahkan penghadaman. Kalium dan magnesium adalah baik untuk kesihatan jantung.

Pisang kaya dengan antioksidan penting seperti dopamin dan catechin. Mineral dan karbohidrat yang baik dalam pisang adalah baik untuk para atlet. Magnesium juga baik untuk kesihatan buah pinggang.

4. Anggur

Buah anggur disebutkan sehingga 14 kali di dalam Al-Quran. Salah satunya ialah Surah Al-Mu’minun. Memetik laman Healthy Site, anggur kaya dengan polifenol, flavonoid, dan quercetin yang dapat mencegah penyakit jantung dan mengurangkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Antioksidan myricetin dan aquercetin dalam anggur membuat buah ini berkesan dalam mencegah kanser. Lutein dan zeaxanthin boleh mencegah penyakit mata akibat usia. Berdasarkan penyelidikan dalam Journal of Nutrition, anggur malah dapat membantu fungsi tubuh untuk menghasilkan insulin. Selain, juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh badan.

5. Zaitun

Zaitun, buah dengan warna hijau gelap yang biasanya diproses menjadi minyak sayuran, termasuk salah satu tumbuhan yang paling kerap muncul dalam ayat-ayat Al-Quran. Beberapa surah yang menyebut buah ini adalah Surah An-Nuur, Surah Al-An’aam, Surah An-Nahl, Surah Al-Muminuun, dan Surah ‘Abasa.

Zaitun berwarna hitam apabila masak adalah salah satu sumber terbaik vitamin E dan antioksidan. Menurut hasil kajian, buah ini baik untuk hati. Hydroxytyrosol berfungsi untuk melindungi kesihatan jantung.

AOleonalic acid menghalang kerosakan hati, mengawal tahap lemak dalam darah, dan mengurangkan keradangan. Quercetin menurunkan tekanan darah.

Besi dalam buah zaitun adalah penting untuk peredaran oksigen yang lancar dalam darah. Kandungan zaitun juga boleh melindungi tulang daripada osteoporosis, dan juga mempunyai kesan anti kanser.

Sudah baca? Apa pendapat anda? Jangan lupa LIKE, SHARE dan KOMEN ya? Terima kasih! Majalah Ilmiah

Continue Reading

Islamik

Akan Hancur Ilmu Sihir di Tubuh Badan Kita Jika Kita Amal Baca 4 Ayat Al Quran Ini

Published

on

Akan Hancur Ilmu Sihir di Tubuh Badan Kita Jika Kita Amal Baca 4 Ayat Al Quran Ini

Sihir menjadi salah satu perbuatan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT. Hal ini kerana ketika seseorang menggunakan ilmu sihir untuk mencelakakan orang lain maka disaat itu ia telah mendekatkan diri kepada syaitan.
Jika seseorang terkena ilmu sihir, maka orang itu akan mengalami kesakitan, masalah berpanjangan, atau bahkan boleh membawa kepada kematian. Maka orang di sekitarnya akan berusaha untuk mengeluarkan sihir tersebut melalui cara ruqyah.

Ruqyah biasanya dilakukan dengan membaca ayat-ayat di dalam Al-Qur’an. Agar ruqyah tersebut mujarab maka kita harus membaca ayat untuk menghancurkan ilmu sihir.Oleh itu, ayat apakah yang harus dibaca tersebut? Berikut maklumat selanjutnya.

1. Al Baqarah Ayat 102

Ayat pertama yang dapat digunakan untuk menghancurkan sihir terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 102. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babilon yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cubaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”

2. Al A’raaf Ayat 117-122

Surah selanjutnya yang dapat menghancurkan ilmu sihir yakni QS. Al-A’raaf ayat 117-122. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka tipu dayakan. Kerana itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun”.”

Di dalam ayat tersebut, Allah SWT memberitahukan bahwa Dia telah mewahyukan kepada hamba dan Rasul-Nya, Musa as. dalam situasi yang sangat genting. Yakni situasi untuk membedakan yang haq dan yang bathil. Kemudian Allah memerintahkan kepada Musa agar melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya.

Fa idzaa Hiya talqafu (“Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan.”) Maksudnya memakan. Maa ya’fikuun (“Apa yang mereka tipu dayakan.”) Yaitu, apa yang telah mereka lemparkan dan apa yang mereka buat seakan-akan nyata, padahal sebenarnya adalah bathil.

Ibnu ‘Abbas berkata: “Lalu tongkat Musa itu tidaklah melewati tali-tali dan tongkat-tongkat mereka itu melainkan ditelannya. Akhirnya para ahli sihir itu mengetahui bahwa hal itu merupakan sesuatu yang datang dari langit dan bukan sihir. Maka mereka pun meniarapkan diri dengan bersujud seraya mengatakan: aamannaa bi rabbil ‘aalamiina rabbi muusaa wa Haaruuna (“Kami beriman kepada Tuhan semesta alam. Yaitu Tuhan Musa dan Harun.”)

Muhammad bin Ishaq berkata: “Tongkat Musa itu mengejar tali-tali dan tongkat-tongkat mereka satu persatu sehingga apa yang mereka lemparkan itu tidak terlihat lagi di lapangan. Setelah itu, Musa as. mengambil kembali tongkatnya seperti sediakala. Dan para ahli sihir itu pun bersujud seraya berkata, “Kami beriman kepada Rabb semesta alam, yaitu Rabb Musa dan Harun. Seandainya ia adalah seorang tukang sihir, nescaya ia tidak dapat mengalahkan kami.

3. Yunus Ayat 81-82:

Ayat terakhir yang juga dapat digunakan untuk menghancurkan sihir ialah QS. Yunus ayat 81-82. Allah SWT berfirman:

“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya)”

4. Thaha ayat 69

Surah terakhir yaitu QS. Thaha ayat 69, Allah Ta’ala berfirman: “Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, nescaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.”

Jika orang-orang yang terkena sihir ataupun gangguan jin kemudian dibacakan ayat-ayat di atas, maka mereka akan merasakan tanda-tanda khusus. Di antaranya iaitu akan ada rasa yang menjalar di tubuh, bergetar atau kesemutan dari ujung badan/persendian. Ada pula yang merasakan sakit kepala yang hebat serta sesak nafas.

Demikianlah informasi mengenai ayat-ayat yang boleh dibacakan ketika seseorang terkena sihir dari orang-orang yang mengerjakan kebatilan. Semoga boleh menjadi sumber rujukan bagi kita untuk menolong orang lain yang terkena sihir.

Wallahualam. Semoga bermanfaat.Sila sebarkan.

Ustaz Sharhan – Sihir : Rawatan & Ayat Al-Quran

Sudah baca? Apa pendapat anda? Jangan lupa LIKE, SHARE dan KOMEN ya? Terima kasih! Majalah Ilmiah

Continue Reading

Trending