Suami Bakal Dil4knat Allah Jika Lakukan 7 Perkara Ini Terhadap Isterinya

suami bakal dilaknat Allah

Suami Bakal Dil4knat Allah Jika Lakukan 7 Perkara Ini Terhadap Isterinya

Seperti yang semua sudah sedia maklum, syurga seorang perempuan yang belum berkahwin terletak di bawah tapak kaki ibunya, tetapi bagi seorang wanita yang sudah bergelar isteri, syurganya terletak di bawah kaki suami.

suami bakal dilaknat Allah

Walaupun tiada hadis sahih yang berkata sedemikian namun ianya boleh dianggap sebagai suatu metafora di mana untuk seorang isteri itu menjadi ahli syurga, adalah dengan mentaati suaminya, yang demikian cukup banyak tercatit dalam ayat Al-Quran dan hadis Baginda. Allah SWT berfirman yang bermaksud:

Wanita (isteri) solehah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikeranakan Allah telah memelihara mereka. (an-Nisaa’: 34).

Dalam ayat tersebut Allah SWT telah menghimpunkan beberapa sifat yang wajib ada pada seorang wanita solehah, antaranya adalah taat kepada Allah SWT dan kepada suaminya dalam perkara yang baik, lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.

Duhai saudara seislam, ada beberapa hal yang bisa membuat seorang suami dianggap berbuat derhaka pada istri dan akan mendapatkan ganjarannya Dan laknat Allah, beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Dalam Rumah Tangga

Dari Abu Bakrah, ia berkata:

“Rasulullah saw.bersabda: ‘tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.’ “(HR.Ahmad n0.19612 CD, Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Saat ini banyak suami yang malas bekerja dan menyandarkan keperluan hidupnya pada sang isteri sehingga secara tak langsung menjadikan isteri sebagai pemimpin rumah tangga. Suami seperti ini tentu saja telah berbuat dos4 karena tidak melaksanakan kewajibannya dan bahkan menyulitkan isterinya dengan keharusan menafkahi dirinya. Ia akan kehilangan martabat dan harga diri di hadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah.

2. Tidak memberi wang belanja/nafkah

Dari ‘Abdullah bin’ Amr, ia berkata:

“Rasulullah bersabda: ‘seseorang cukup dipandang berdos4 bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggungjawabnya.’” (HR.Abu Dawud no.1442 CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani)

Terhadap suami yang seperti ini, isteri dapat mengambil diam-diam harta suami untuk mencukupi keperluan hidup diri dan anaknya:

“Dari Asyah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku, sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.” Beliau besabda:’ Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar. “(HR.Bukhari no.4945 CD, Muslim, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darimi)

3. Tidak melunaskan hutang mahar pernikahan

Dari Maimun Al-Kurady, dari bapaknya, ia berkata:

“saya mendengar nabi saw. (Bersabda): ‘siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya berarti tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu , berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq … ‘”(HR.Thabarani, Al-Mu; jamul, Ausath II / 237/1851 CD)

4. Mengabaikan kemahuan sek sual istri

Suami yang berjim4k hanya untuk memuaskan keperluannya saja dan tidak peduli pada isterinya, sesungguhnya juga telah berbuat kesal4han.

Dari anas ra, Nabi saw bersabda: “jika seseorang di antara kalian bersengg4ma dengan istrinya, hendaklah dia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila dia telah menyelesaikan keperluannya (mendapatkan kepuasan) sebelum isterinya mendapatkan kepuasan, janganlah dia buru buru (mencabut kem4luannya) sampai isterinya menemukan kepuasan. “(HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami ‘Kabir II / 19/1233 )

Rasullullah saw bersabda: “Janganlah sekali kali seseorang diantara kalian menyengg4mai isterinya seperti seekor haiwan bersengg4ma, tetapi harus ada pendahuluan diantara keduanya.’ada yang bertanya” apakah pendahuluan itu? “Beliau bersabda:” Cium4n dan ucapan (romantis). “(HR Abu Syaikh)

5. Berjim4k ketika isteri h4id atau melalui du bur

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “‘Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw., Ia bertanya:’ Ya rosullullah, saya telah bin4sa. ‘ Beliau bertanya: ‘apa yang menyebabkan kamu bin4sa?’ Ia menjawab: ‘semalam saya telah membalik posisi istriku.’akan tetapi dia tidak menjawab sedikitpun, lalu turun ke Rosulullah saw ayat.’istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah lading kalian dimana dan kapan saja kalian inginkan.’ (Selanjutnya Beliau bersabda : ‘Datangilah dari depan atau belakang, tetapi jauhilah du bur dan ketika h4id.’ “(HR Tarmidzi no.2906)

6. Menuduh isteri berzin4

“Dan orang orang yang menuduh isteri mereka berzin4, padahal mereka tidak memiliki saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian satu orang dari meeka adalah bersumpah empat kali dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar (dalam tuduhannya) (7) dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa l4knat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta. “(QS.An-Nuur (24): 6-7)

7. Memu kul dan Memburuk-burukkan isteri di hadapan orang lain

Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri, ia berkata: “saya pernah datang kepada Rosulullah saw. ‘ Ia berkata lagi: ‘saya lalu bertanya:’ Ya Rosulullah, apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? ‘Beliau bersabda:’ … janganlah kalian memu kul dan janganlah pula kalian memburuk-burukkan mereka. ‘”(HR Abu Dawud no 1832) (ummi)

Sudah baca? Apa pendapat anda? Jangan lupa LIKE, SHARE dan KOMEN ya? Terima kasih! Majalah Ilmiah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*